Pusat Peragaan Iptek (PP-Iptek)
Kepala Museum : Drs. Sukro Muhab, M.SI
Alamat : Taman Mini Indonesia Indah 13560
Telp : (021) 8401488 Faks. (021) 8401487
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Website : ppiptek.ristek.go.id
Museum ini didirikan pada 20 April 1991 oleh RI kedua yakni Presiden Soeharto. Museum ini dikelola oleh Kementrian Riset dan Teknologi. Alat Peraga Pendidikan Interaktif Sains merupakan koleksi utama dari Museum ini.
Pusat Peragaan Iptek memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk bukan hanya melihat rahasia dan gejala alam yang diperagakan, tetapi juga mempelajarinya dengan menggunakan indera pendengar, pencium dan peraba melalui manipulasi, operasi dan eksperimen.
Fasilitas :
Alat peraga interaktif (Program Pendidikan Sains)
Lapangan Parkir
Toilet
Musholla
Ruang Meeting
Ruang Audiovisual/ Auditorium
Kafetaria
Waktu operasional
08.30-16.30 WIB
Biaya tiket masuk :
Rp 16.500/orang



























































































































Telah berpulang, Bapak Gathut Dwi Hastoro, Ketua AMIDA DKI Jakarta "Paramita Jaya", pada Selasa, 29 Maret 2016 sekitar pukul 21.10 WIB. Beliau yang juga lama mengabdi sebagai Ketua UPK Kota Tua Jakarta merupakan sosok pejuang dan pengabdi permuseuman Indonesia.
Keluarga permuseuman Indonesia kembali kehilangan. Salah satu pejuang museum yang selama ini dikenal berdedikasi dalam mengelola Museum Kereta Api Ambarawa, Tri Prastiyo, dikabarkan berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa pada April 2016.
Alangkah terharunja hati saja tatkala saja mengundjungi suatu museum di Mexico-city. Museum itu ialah museum Sedjarah Perdjoangan Nasional Mexico. Saja terharu
Pada galibnya, kita serupa dengan museum. Aku juga terpanggil mempersembahkan karya masterpiece dalam sentuhan modern.
Media sederhana ini merupakan bagian dari pelaksanaan program dan agenda Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Pusat yang bermuara pada satu sasaran utama, yakni pembangunan karakter dan pekerti bangsa (nation and character building) sebagai landasan terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, semulia cita-cita para founding father.